<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://jurnal.akjp2.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-04-11T12:17:19Z</responseDate>
	<request metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/3</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:01:09Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI SALMONELLA sp. PADA TELUR ASIN  YANG DIJUAL DI BEBERAPA PASAR  KOTA PEKANBARU</dc:title>
	<dc:creator>Juariah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Yanti, Famelya Nelda</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Telur asin merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki rasa yang lezat mudah dicerna dan bergizi tinggi. Telur asin juga merupakan produk pengawetan telur bentuk olahan yang dapat dilakukan dengan menggunakan media cair yaitu dengan larutan garam jenuh. Telur memiliki sifat mudah rusak, baik kerusakan alami, kimiawi maupun infeksi mikroorganisme melalui pori-pori cangkang telur. Telur seringkali terdapat bakteri Salmonella sp. Bakteri Salmonella sp. dapat menembus membran kuning telur dan memperbanyak diri karena kandungan nutrisi telur yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya Salmonella sp pada telur asin yang dijual di beberapa pasar kota pekanbaru. Penelitian identifikasi Salmonella sp. bersifat eksperimental laboratory secara invitro. Hasil dari penelitian menunjukkan Sampel telur asin yang dijual di pasar Kodim I, pasar Bawah I, pasar pusat II, pasar Cik Puan II dan pasar Pagi I dan II ditemukan adanya kontaminasi bakteri Salmonella sp., sedangkan pada sampel telur asin di pasar Kodim II, pasar Bawah II, pasar Pusat II, pasar Cik Puan II tidak ditemukan adanya kontaminasi bakteri Salmonella sp.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/3</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v1i1.3</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 1 No 1 (2016): April 2016; 2-11</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/3/1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/4</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:01:08Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF  DI BANGSAL INTERNE RSUP DR. M. DJAMIL PADANG</dc:title>
	<dc:creator>Rosmiati, Karolina</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penderita gagal jantung yang menjalani rawat inap seringkali mendapatkan obat dengan jumlah yang banyak sehingga memberikan resiko terjadinya Drug Related Problems (DRPs) yang akan mempengaruhi hasil pada pasien. Penelitian menggunakan desain cross sectional deskriptif analitik dengan melakukan penelitian prospektif pasien gagal jantung kongestif yang menjalani rawat inap di RSUP Dr. M.Djamil Padang selama Februari – Mei 2011. Karakteristik 53 orang subjek penelitian, perempuan lebih banyak dari laki-laki, mengalami DRPs dengan pemberian furosemid dan captopril. Hasil analisis statistik korelasi antara jumlah obat dengan DRPs yang timbul (P &amp;gt; 0,05), DRPs dengan Length of Stay (LOS) ; (P &amp;gt; 0,05), jumlah obat dengan LOS menunjukkan ada korelasi yang signifikan (P &amp;gt; 0,05). DRPs yang paling banyak terjadi adalah interaksi obat, disususul reaksi efek samping obat, obat yang paling banyak menimbulkan DRPs adalah furosemid dan captopril, kajian hubungan antara jumlah obat dengan DRPs menunjukkan tidak ada korelasi, kajian hubungan DRPs dengan LOS menunjukkan tidak ada korelasi, kajian hubungan jumlah obat dengan LOS menunjukkan ada korelasi dan outcomes dari DRPs yang timbul adalah faktor resiko penyakit kronis akan meningkat dan tidak terjadi efek klinik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/4</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v1i1.4</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 1 No 1 (2016): April 2016; 12-28</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/4/2</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/5</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:01:07Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENENTUAN KADAR KLORIN (Cl2) PADA TEPUNG TERIGU YANG DIJUAL DI PASAR KODIM KOTA PEKANBARU DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI</dc:title>
	<dc:creator>H, Hartini</dc:creator>
	<dc:creator>AW, Asrina Pertiwi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tepung terigu merupakan bubuk halus hasil dari penggilingan biji gandum. Umumnya tepung terigu berwarna kekuning-kuningan. Namun, dalam pengolahan tepung terigu para produsen sering menambahkan Bahan Tambahan Pangan (BTP) berbahaya berupa klorin. Klorin adalah bahan kimia yang dapat mengurangi nutrisi tepung dan merusak&amp;nbsp; vitamin. Tujuan penelitian ini adalah utuk mengidentifikasi klorin pada tepung terigu yang dijual di Pasar Kodim Pekanbaru. Penentuan klorin diuji secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan uji kualitatif diperoleh bahwa tepung terigu tidak bermerk mengalami perubahan warna menjadi merah muda lebih pekat dibandingkan dengan tepung terigu bermerk. Berdasarkan uji kuantitatif diperoleh bahwa kadar klorin pada tepung tidak bermerk yaitu TBC lebih tinggi yaitu sebesar 6,06±0,02 ppm dibandingkan tepung bermerk yaitu Danau (BC)&amp;nbsp; 4,48±0,02 ppm. Tepung terigu bermerk dan tidak bermerk yang digunakan pada penelitian ini masih layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat sebab kadar klorinnya berada di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat yaitu 45 ppm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/5</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v1i1.5</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 1 No 1 (2016): April 2016; 29-35</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/5/3</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/6</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:01:06Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI BORAKS PADA MAKANAN PEMPEK YANG DIJUAL PEDAGANG DI JALAN DURIAN KELURAHAN LABUH BARU KECAMATAN PAYUNG SEKAKI PEKANBARU</dc:title>
	<dc:creator>Yesti, Yulia</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Syafila</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bahan tambahan kimia dilarang penggunaannya dalam makanan tetapi kenyataannya sampai saat ini masih beredar dan dijual bebas dalam nama lain, salah satunya boraks. Penggunaan boraks dalam waktu lama dan jumlah yang banyak dapat menyebabkan kanker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya boraks pada pempek yang dijual di jalan Durian Kelurahan Labuh Baru Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah analitik kualitatif. Populasi penelitian ini adalah Pempek yang diambil di jalan Durian Kelurahan Labuh Baru Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel diambil sebanyak 1 penjual pempek yang berada di jalan durian yang dilakukan 3 kali pengulangan. Dari penelitian identifikasi boraks pada pempek yang diambil dari satu pedagang yang dilakukan tiga kali pengulangan didapatkan hasil positif mengandung boraks.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/6</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v1i1.6</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 1 No 1 (2016): April 2016; 36-43</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/6/4</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/7</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:01:05Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TOKSISITAS BIOFUNGISIDA YANG MENGANDUNG Trichoderma sp. TERHADAP TESTIS DAN PROSES SPERMATOGENESIS MENCIT (Mus musculus)</dc:title>
	<dc:creator>Aritonang, Berliana N.R.S.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan pestisida kimiawi dikalangan pertanian dapat menimbulkan berbagai macam &amp;nbsp;masalah pada bidang kesehatan oleh karena itu para ahli telah menemukan bahan alternatif berupa pestisida alami yaitu biofungisida. Pengaruh kontaminasi penggunaan biofungisida yang mengandung spora Trichoderma sp terhadap bidang kesehatan belum diketahui. Biofungisida yang mengandung Trichoderma sp yang menghasilkan antibiotika berupa gliotoxin dan viridin dimana zat tersebut bersifat toksik dan dapat terakumulasi di dalam tubuh manusia maupun hewan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui toksisitas biofungisida terhadap gambaran histopatologi testis. Penelitian ini menggunakan hewan uji mencit albino (Mus musculus) berumur 12 minggu, dan dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor mencit. Pemberian biofungisida dilakukan secara oral dengan dosis 0 cc/Kg BB, 16 cc/Kg BB, 24 cc/Kg BB, 36 cc/Kg BB, dan 54 cc/Kg BB setiap hari selama 14 hari. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Bonferroni dengan taraf signifikan p&amp;lt;0,05. Hasil penelitian menunjukkan penurunan berat testis, diameter tubulus seminiferus, tebal epitel germinal tubulus seminiferus, diameter inti sel leydig, jumlah sel leydig dan jumlah sel sertoli terjadi perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Untuk indeks spermatogenesis kelompok kontrol menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan perlakuan penurunan terbesar pada dosis 54 cc/Kg BB sebesar 66,032%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian biofungisida mempengaruhi berat testis dan histopatologi testis, jadi biofungisida tersebut bersifat toksik terhadap organ reproduksi mencit jantan albino (Mus musculus).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/7</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v1i1.7</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 1 No 1 (2016): April 2016; 44-59</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/7/5</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/8</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:01:04Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS KANDUNGAN BESI PADA AIR SUNGAI SIAK DI PEKANBARU</dc:title>
	<dc:creator>Sandra, Revi Yulia</dc:creator>
	<dc:creator>Siswani, Ranti</dc:creator>
	<dc:creator>Rahma, Novita</dc:creator>
	<dc:creator>Sepryani, Harni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Besi adalah&amp;nbsp; salah satu parameter pemeriksaan kualitas air. Besi dalam air menyebabkan warna air kuning-coklat, terasa pahit, serta dapat meninggalkan noda pada pakaian, dan pengendapan pada dinding pipa. Konsentrasi besi yang berlebih dalam tubuh dapat mennyebabkan permeabilitas dinding pembuluh darah kapiler meningkat sehingga plasma darah akan merembes keluar, merusak dinding usus, dan mengakibatkan kematian. Sungai Siak yang terletak di Provinsi Riau dibentuk oleh tanah gambut, yang memiliki kandungan besi pada perairannya. Sampel yang digunakan adalah air Sungai Siak. Analisis kandungan besi pada sampel diukur dengan menggunakan metode spektrofotometri&amp;nbsp; pada panjang gelombang 510 nm. Rerata konsentrasi besi pada sampel air Sungai Siak masih di bawah ambang batas Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/8</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v1i2.8</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 1 No 2 (2016): November 2016; 2-6</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/8/6</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/9</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:01:04Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENENTUAN KADAR GULA DARAH SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN AIR PERASAN MENGKUDU (Morinda citrifolia Linn) TERHADAP KELINCI (Oryctolagus cuniculus)</dc:title>
	<dc:creator>H, Hartini</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Putri Kurnia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Umumnya penyakit diabetes mellitus diobati dalam bentuk antidiabetik oral dan injeksi insulin. Namun, pada penelitian yang dilakukan Marles dan Farn Worth tanaman tradisional dapat digunakan untuk pengobatan terhadap diabetes melitus karena memiliki efek samping yang rendah. Salah satu obat tradisional yang dapat menurunkan kadar gula darah adalah tanaman buah mengkudu (Morinda citrifolia Linn). Mengkudu merupakan salah satu alternatif pangan fungsional karena mengandung flavanoid dan saponin pada buah mengkudu terbukti dapat menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan air perasan mengkudu untuk menurunkan kadar gula darah. Metode Penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan the post test only control group design. Penelitian ini menggunakan 3 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dan perasan buah mengkudu dosis 50% selama 14 hari perlakuan. Analisis kadar glukosa darah dilakukan sebanyak 2 kali (pre dan post test). Data dianalisis dengan menggunakan One-Way Anova, post Hoc dan uji t berpasangan. Berdasarkan uji statistik uji one way Anova yang menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan (p&amp;lt;0,05). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa air perasan buah mengkudu (Morinda citrifolia L) mampu menurunkan kadar gula darah sebesar 176 mg/dL dibandingkan dengan obat antidiabetik metformin (Kontrol Positif).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/9</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v1i2.9</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 1 No 2 (2016): November 2016; 7-15</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/9/7</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/10</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:01:03Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI AKTIFITAS EKSTRAK METANOL BINTANG LAUT (Asterias forbesi) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Aspergillus sp. DAN Candida albicans SECARA In Vitro</dc:title>
	<dc:creator>Juariah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadhani, Febi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masalah kesehatan sering menimbulkan berbagai macam penyakit, beberapa penyakit banyak disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi oleh jamur patogen. Beraneka ragam obat saat ini banyak mempunyai efek samping yang berbahaya bagi kesehatan. Pengobatan secara alami yang tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehatan manusia merupakan solusi untuk mengurangi efek samping salah satu yang berasal dari laut yaitu bintang laut (Asterias forbesi). Metode yang digunakan yaitu experimental laboratory. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui zona hambat dan konsentrasi terbaik ekstrak metanol bintang laut (Asterias forbesi) terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus sp. dan Candida albicans. Setelah dilakukan penelitian tentang uji efektifitas ekstrak metanol bintang laut (Asterias forbesi) terhadap pertumbuhan Aspergillus sp dan Candida albicans maka diperoleh bahwa ekstrak metanol Bintang Laut (Asterias forbesi) &amp;nbsp;dapat menghambat pertumbuhan jamur&amp;nbsp; Aspergilus sp. dan Candida albicans. Ekstrak metanol bintang laut&amp;nbsp; 100% mampu menghambat pertumbuhan jamur Aspergilus sp. sebesar 0,88% dan Candida albicans sebesar&amp;nbsp; 0,49%, ekstrak metanol 75% mampu menghasilkan diameter zona hambat sebesar 0,6% terhadap jamur Aspergilus sp dan 0,44% terhadap jamur Candida albicans. Pada konsentrasi 50% mampu menghambat pertumbuhan jamur Aspergilus sp sebesar 0,66% dan 0,42 pada jamur Candida albicans. Sedangkan pada konsentrasi terkecil yakni 25% menghasilkan kemampuan penghambatan yang lebih kecil yakni&amp;nbsp; 64% dan 0,38% terhadap jamur Candida albicans.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/10</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v1i2.10</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 1 No 2 (2016): November 2016; 16-22</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/10/8</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/11</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:01:02Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI TIMBAL PADA URIN TUKANG PARKIR  YANG BEKERJA DI PASAR PUSAT PEKANBARU</dc:title>
	<dc:creator>Devitria, Rosa</dc:creator>
	<dc:creator>Sepryani, Harni</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Elsa Mega Dwi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">&amp;nbsp;Udara merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam kehidupan.Semakin meningkat pengguna kendaraan maka udara telah mengalami perubahan. Bahan bakar bensin yang dibubuhi TEL akan mengeluarkan partikel timbal. Timbal merupakan bahan unsur kimia yang termasuk kelompok logam berat.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya timbal pada urin tukang parkir yang bekerja di pasar Pusat Pekanbaru.Kandungan timbal ditentukan dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) yang dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Pengujian Material Hasil dari penelitian menunjukkan hasil dari sampel urin yang berbeda mengandung timbal dengan kisaran konsentrasi 0,597-3,103 ppm. Ambang batas timbal pada urin diperkenankan menurut permenkes nomor 1406/MENKES/SK/XI/ 2002 kadar timbal dalam urin 0,15 ppm. Dengan demikian semua sampel melampaui ambang batas yang telah ditentukan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/11</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v1i2.11</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 1 No 2 (2016): November 2016; 23-29</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/11/9</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/12</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:01:01Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ISOLASI 24-ETIL-5-KOLESTEN-3β-OL DARI DAGING BUAH JERUK KESTURI (Citrus mitis Blanco)</dc:title>
	<dc:creator>., Fauzan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada pemeriksaan pendahuluan diketahui bahwa ekstrak sari buah jeruk kesturi (citrus mitis Blanco) mengandung steroid. Atas dasar pertimbangan ini maka dicoba mengisolasi dan mengkarakterisasi jenis dan struktur steroid dari sari buah jeruk tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang jenis steroid yang terdapat dalam sari buah jeruk kesturi serta melengkapi data tentang kandungan kimia jeruk kesturi (citrus mitis Blanco). Ekstraksi dan maserasi menggunakan pelarut etil asetat yang diikuti triturasi dengan pelarut heksana. Fraksi positif terhadap uji steroid dengan kandungan yang relatif tinggi adalah fraksi heksana. Komponen-komponen kimia steroid kasar dipisahkan dengan kromatografi kolom dengan menggunakan fasa diam silika gel dan fasa gerak berbagai macam campuran pelarut. Senyawa hasil isolasi berbentuk kristal jarum tak bewarna. Untuk penentuan struktur molekul senyawa hasil isolasi digunakan spektrometer ultraviolet, infra merah, RMI proton, RMI karbon, dan spektrum masa. Spektrum IR hasil isolasi memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 3407 cm, 1050 cm, 2935, 1618, 4 cm, 1472, 2 cm. Spektrum RMI proton memberikan puncak puncak dengan pergeseran kimia 5,35 : 3,55 : 2,3 : 0,70 : dan 0,68 ppm. Spektrum C-13 memberikan pergeseran kimia pada 11,840 11,960 12,240 18,775; 19,008; 19,381; 19,804; 21,061; 21,198;23,039; 24,286; 26,024; 28,232; 29,114;&amp;nbsp; 29,122;&amp;nbsp; 31,631;&amp;nbsp; 31,879;&amp;nbsp; 33,916;&amp;nbsp; 36,133;&amp;nbsp; 36,480; 37,228;&amp;nbsp; 39,746; 42,273; 45,804, 50,110; 51,219; 56,023; 56,743; 71,801; 121,719 dan 140,729 ppm. Spektrum masa memberikan kelimpahan isotop dengan m/z pada 414 (100%), 396(80%), 381(45%), 329(42%), 255(52%),dan 231(22%). Berdasarkan data dan informasi dari identifikasi yang dilakukan, maka senyawa hasil isolasi dari daging buah jeruk kesturi (citrus mitis Blanco) adalah steroid sebanyak 18,54 mg jarum tak bewarna dengan titik leleh 162,3; 164,2 ºC. Jenis steroid tersebut di perkirakan 24-etil-5 kolesten3-beta-ol (β sitosterol).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/12</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v1i2.12</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 1 No 2 (2016): November 2016; 30-40</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/12/10</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/13</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:59Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA WANITA USIA 40-60 TAHUN</dc:title>
	<dc:creator>H, Hartini</dc:creator>
	<dc:creator>Febiola, Wiranti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Makanan diperlukan dalam pembentukan energi dalam tubuh. Makanan umumnya mengandung asupan gizi salah satunya adalah lemak. Lemak yang masuk ke dalam tubuh termasuk asam lemak dan trigliserida. Trigliserida adalah lemak darah yang berfungsi sebagai cadangan energi tubuh, isolator dan pelindung tubuh. Penentuan status gizi dilakukan dengan perhitungan indeks massa tubuh sebagai indikator dalam menilai obesitas.&amp;nbsp; Penentuan Indeks Massa Tubuh (IMT) didapatkan dengan membandingkan Berat Badan (BB) terhadap Tinggi Badan (TB). Pengukuran IMT relatif lebih mudah, murah, cepat, dan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan indeks massa tubuh (IMT) terhadap kadar trigliserida pada wanita usia 40-60 tahun. Penelitian dilakukan secara observasi dan eksperimental. Sampel diambil mengunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan dari 30 orang terdapat Indeks Massa Tubuh (IMT) kurus (&amp;lt;17,5–18,5) sebanyak 3 orang (10%), &amp;nbsp;normal (&amp;gt;18,5–25,0) sebanyak 14 orang (46,7%), dan gemuk (&amp;gt;25,0–27,0) sebanyak 13 orang (43,3%). Berdasarkan kelompok rerata kadar trigliserida didapatkan trigliserida normal (&amp;lt;150 mg/dL) sebanyak 27 orang (90%), trigliserida tinggi (200-499 mg/dL) sebanyak 3 orang (10%). Data dianalisis menggunakan Uji Chi-Squarare dan didapatkan hasil PValue (0,149) dan nilai α (0,05), yang menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/13</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v2i1.13</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 2 No 1 (2017): November 2017; 2-7</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/13/13</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/14</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:56Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI EFEKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN UNGU (Graptophyllum pictum) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)</dc:title>
	<dc:creator>Rosmiati, Karolina</dc:creator>
	<dc:creator>Fernando, Alexius</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengobatan dengan penyuntikan insulin dan obat anti diabetes kimiawi memberikan biaya yang sulit dijangkau oleh seluruh golongan masyarakat. Oleh sebab itu, pemanfaatan potensi tanaman khas Indonesia salah satunya daun ungu (Graptophyllum pictum) yang mempunyai kemampuan mengobati dan menurunkan kadar glukosa darah perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh ekstrak etanol daun ungu (Graptophyllum pictum) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan (Mus musculus). Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil uji efektifitas ekstrak etanol daun ungu rata-rata penurunan glukosa darah pada kelompok A (dosis ekstrak etanol daun ungu 250 mg) sebesar 195,4 mg/dL, kelompok B (dosis ekstrak etanol daun ungu 500 mg) sebesar 165,4 mg/dL, kelompok C (dosis ekstrak etanol daun ungu 1000 mg) sebesar 154,6 mg/dL, kelompok D kontrol positif sebesar 196 mg/dL, dan kelompok E kontrol negatif sebesar 132,2 mg/dL. Berdasarkan hasil tersebut kelompok yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah adalah kelompok A (dosis ekstrak etanol daun ungu 250 mg) karena hasil penurunan kadar glukosa darah hampir menyerupai kelompok D kontrol positif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/14</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v2i1.14</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 2 No 1 (2017): November 2017; 8-13</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/14/12</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/15</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:55Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI EFEKTIVITAS INFUSA KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DENGAN PEMBANDING SPRAY ANTI NYAMUK BERMERK TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti</dc:title>
	<dc:creator>Aritonang, Berliana N.R.S.</dc:creator>
	<dc:creator>Carolina, Kenny</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penularan penyakit DBD pada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina. Selama ini masyarakat menggunakan insektisida kimia untuk menghindari gigitan&amp;nbsp; nyamuk penolak&amp;nbsp; nyamuk (repellent). Pengendalian penggunaan insektisida alami salah satunya infusa kulit buah jeruk nipis karena memiliki minyak atsiri yang tidak disukai oleh nyamuk&amp;nbsp; maupun serangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas&amp;nbsp; infusa kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sebagai insektisida alami terhadap nyamuk A. aegypti. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan penelitian Post test only group design. Hasilnya menunjukkan bahwa semua konsentrasi penggunaan kulit jeruk nipis menunjukkan aktivitas insektisida. Infusa kulit buah jeruk nipis 25% terbukti lebih efektif daripada konsentrasi 10-20%, dibutuhkan 60 menit untuk memberi angka kematian 90%. Pada kontrol negatif tidak ada kematian nyamuk, pada kontrol positif memiliki angka kematian nyamuk 100%. Dapat disimpulkan bahwa infusa kulit buah jeruk nipis memiliki potensi sebagai biokontrol.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/15</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v2i1.15</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 2 No 1 (2017): November 2017; 14-18</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/15/11</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/17</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:01:00Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENENTUAN KADAR KLORIN (Cl2) PADA TEPUNG TAPIOKA  TIDAK BERMEREK YANG DIJUAL DI PASAR KODIM KOTA PEKANBARU DENGAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS</dc:title>
	<dc:creator>., Fauzan</dc:creator>
	<dc:creator>Haryati, Yuli</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tepung tapioka adalah salah satu jenis tepung yang terbuat dari pati umbi singkong yang dikeringkan dan dihaluskan. Tepung tapioka umumnya digunakan dalam pembuatan kue, biskuit, kerupuk dan lain-lain. Namun, dalam pengolahan tepung tapioka para produsen sering menambahkan bahan berbahaya berupa klorin. Klorin yang digunakan sebagai pemutih pakaian merupakan bahan kimia yang dilarang penggunaannya di dalam bahan pangan. Penelitian ini menggunakan sebanyak sembilan sampel tepung tapioka yang tidak bermerek yang dijual di Pasar Kodim Kota Pekanbaru. Penentuan klorin diuji secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan uji kualitatif dengan reagen dipropil-p-phenilendiamin (DPD) diperoleh hasil semua sampel mengalami perubahan warna menjadi ungu kemerahan yang menandakan positif mengandung klorin. Berdasarkan uji kuantitatif dengan Spectroquant Pharo 300 dengan panjang gelombang 525 nm diperoleh kadar klorin pada masing-masing sampel yaitu sampel 1 diperoleh 0,125 mg/L, sampel 2 0,138 mg/L, sampel 3 0,159 mg/L, sampel 4 0,108 mg/L, sampel 5 0,172 mg/L, sampel 6 0,191 mg/L, sampel 7 0,201 mg/L, sampel 8 0,39 mg/L, dan sampel 9 0, 222 mg/L. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. No. 033/Menkes/Per/IX/2012 tentang bahan tambahan pangan, klorin tidak termasuk dalam daftar Bahan Tambahan Pangan (BTP) pada tepung, sehingga semua sampel tidak aman untuk di konsumsi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/17</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v2i1.17</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 2 No 1 (2017): November 2017; 19-22</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/17/14</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/18</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:54Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI CEMARAN Salmonella sp. DAN Staphylococcus aureus PADA DAGING KEBAB YANG DIJUAL DI JALAN DURIAN PEKANBARU</dc:title>
	<dc:creator>Lasmini, Titi</dc:creator>
	<dc:creator>Sitorus, Rika Yohana</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kebab merupakan salah satu jenis makanan olahan yang menggunakan daging sebagai bahan utamanya. Daging merupakan bahan yang mengandung banyak nutrisi sehingga sangat mendukung untuk pertumbuhan berbagai mikroorganisme. Mengonsumsi daging yang terkontaminasi bakteri seperti Salmonella sp. dan Staphylococcus aureus akibat penanganan dan pengolahan daging yang kurang baik dapat menyebabkan penyakit (foodborne disease). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Salmonella sp. dan S. aureus pada daging kebab yang dijual di Jalan Durian Pekanbaru. Penelitian ini dimulai dengan menentukan Angka Lempeng Total (ALT) dilanjutkan isolasi pada media MSA dan SSA dan identifikasi dengan uji reaksi biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ALT dari 5 sampel daging kebab yang dijual di Jalan Durian Pekanbaru, 4 sampel melebihi batas maksimum cemaran mikroba yang diijinkan oleh SNI 7388:2009 (1 x 105). Uji biokimia menunjukkan semua sampel negatif S. aureus, dan ditemukan 1 sampel terkontaminasi Salmonella sp. (sampel A).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/18</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v2i1.18</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 2 No 1 (2017): November 2017; 23-30</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/18/15</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/19</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:53Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENETAPAN KADAR MERKURI (Hg) PADA KRIM PEMUTIH  BERMEREK DAN TIDAK BERMEREK YANG DIJUAL DI PASAR KODIM PEKANBARU</dc:title>
	<dc:creator>Susanti, Martha Evy</dc:creator>
	<dc:creator>Silviana, Rahelya</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kosmetik adalah paduan bahan yang siap digunakan pada bagian luar (kulit, rambut, kuku, dan organ kelamin bagian luar), bagian dalam (gigi dan rongga mulut). Saat ini kosmetik umumnya menggunakan bahan tambahan, ada yang bersifat aman dan berbahaya untuk digunakan. Bahan tambahan yang aman digunakan pada kosmetik adalah Alkali sulphides, dan Benzalkonunchloride. Bahan tambahan yang berbahaya pada kosmetik adalah Merkuri (Hg), Timbal (Tb), dan Hidrokinon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar merkuri (Hg) pada krim pemutih yang dijual di pasar kodim Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah probability random sampling. Uji kualitatif menggunakan pereaksi warna KI menunjukkan hasil negatif pada sampel A, B, C dan pada sampel TA, TB, dan TC menunjukkan bahwa hasil positif. Selanjutnya dilakukan analisa kuantitatif kadar merkuri (Hg) menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom pada panjang gelombang 253,7 nm. Hasil uji kuantitatif&amp;nbsp; kadar merkuri (Hg) Seluruh sampel (bermerek) A, B, dan C mempunyai kadar merkuri dibawah ambang batas yaitu &amp;lt;1 mg/L dan pada sampel tidak bermerek TA, TB, dan TC mempunyai kadar diatas ambang batas yaitu &amp;gt;1 mg/L yang ditetapkan oleh BPOM tahun 2014.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/19</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v2i1.19</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 2 No 1 (2017): November 2017; 31-37</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/19/16</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/23</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:52Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POTENSI BIOPIGMEN MIKROALGA Chlorella sp. SEBAGAI ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus</dc:title>
	<dc:creator>H, Hartini</dc:creator>
	<dc:creator>Lasmini, Titi</dc:creator>
	<dc:creator>Pratiwi, Mathylda</dc:creator>
	<dc:creator>Juita, Erlinna</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mikroalga sebagai organisme fotosintetis mengandung biomassa yang telah dieksplorasi untuk menghasilkan bahan bakar alternatif dalam bentuk biodiesel dan bioetanol. Selain itu, biomassa mikroalga ternyata masih menyisakan produk lain yang belum dieksplorasi secara optimal yaitu biopigmen. Salah satu jenis mikroalga yang didominasi oleh klorofil serta kerotenoid yaitu Chlorella sp. Penelitian ini fokus pada pemanfaatan biopigmen mikroalga Chlorella sp. dibidang kesehatan khususnya kemampuan sebagai antibakteri alami terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus. Mikroalga Chlorella sp. ditumbuhkan dalam medium Walne dan dipanen menggunakan metode sentrifugasi. Mikroalga Chlorella sp. diekstrak menggunakan pelarut heksan:aseton (7:3) dan dimurnikan biopigmennya dengan kolom kromatografi. Biopigmen yang diperoleh, diuji aktivitas antibakterinya dengan metode Kirby-Bauer. Hasil penelitian diperoleh kerapatan sel mikroalga Chlorella sp. sebesar 16,54×106 sel/mL. Ekstrak kasar mikroalga Chlorella sp. berwarna hijau tua. Hasil pemurnian dengan kolom kromatografi diperoleh jenis biopigmen karotenoid pada panjang gelombang 380–400 nm dan klorofil pada panjang gelombang 450 nm dan 620 nm. Aktivitas antibakteri terhadap S. aureus yang dihasilkan oleh ekstrak kasar sebesar 9±0,104 mm, karotenoid sebesar 11,6±0,038 mm dan kloramfenikol 9,4±0,102 mm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/23</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v3i1.23</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 3 No 1 (2018): November 2018; 1-7</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/23/17</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/25</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:51Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI BAKTERI KONTAMINAN PADA USAP TELEPON GENGGAM LAYAR SENTUH MAHASISWA AKADEMI KESEHATAN JOHN PAUL II PEKANBARU</dc:title>
	<dc:creator>Lasmini, Titi</dc:creator>
	<dc:creator>Crysansia, Thessalonica</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Telepon genggam merupakan produk teknologi komunikasi informasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Telepon genggam dapat menyebarkan penyakit infeksi dikarenakan adanya kontak dengan tangan pada orang yang memiliki higenitas pribadi yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri dari usap telepon genggam layar sentuh serta menentukan persentase bakteri yang paling banyak terdapat pada telepon genggam layar sentuh. Layar telepon genggam diusap secara aseptis dan diinokulasikan pada media MSA dan MC agar lalu diinkubasi pada suhu 37oC selama 48 Jam. Isolat bakteri yang diperoleh diidentifikasi dengan pewarnaan gram dan uji fisiologi biokimia. Hasil penelitian diperoleh 15 isolat bakteri dan diidentifikasi sebagai bakteri Staphylococcus sp., Micrococcus sp., dan Bakteri basil gram negatif Non-fermenting.&amp;nbsp; Staphylococcus sp. merupakan bakteri yang paling banyak ditemukan pada layar telepon genggam (70%), diikuti oleh Micrococcus sp. (50%) dan basil gram negatif non-fermenting (20%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/25</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v3i1.25</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 3 No 1 (2018): November 2018; 8-13</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/25/20</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/26</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:51Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI KADAR SAKARIN PADA MINUMAN RINGAN BERMEREK YANG BEREDAR DI KOTA PEKANBARU</dc:title>
	<dc:creator>Rosmiati, Karolina</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Food addtives plays an important role in the production of&amp;nbsp; beverages to improve the quality, taste and shelf life of beverages products significantly. Saccharin is widely used as artificial sweetener in soft drinks manufacturing industries, including branded soft drinks with plastic packaging. The purpose of this research was to determine the levels of saccharin in branded soft drinks with plastic packaging sold at Pasar Kodim Pekanbaru. The samples were collected by purposive random sampling. five samples were analyzed by qualitative test using resorcinol reagent and quantitative test with alkalimetric titration methods. The qualitative test showed that all&amp;nbsp; samples were positive for saccharin indicated by the changes of color turning green fluorescence. The level of saccharin in the samples ranged between 160 – 580 mg/kg of ingredients. The higest&amp;nbsp; levels of saccharin (580 mg/kg) was assayed in sample E, and the smallest level ( 160 mg/kg)was assayed in sample B and C. According to Permenkes no.722/Menkes/Per/IX/1988 concerning food additives, maximal saccharin levels allowed in soft drink was 300 mg/kg of ingredients or 5 mg/kg of body weight. Only one sample (sample E) exceeded the limit of maximal saccharin levels allowed in soft drink. Samples A, B, C, dan D that had been tested could be considered as safe to be consumed, but the daily intake should be in caution.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/26</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v3i1.26</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 3 No 1 (2018): November 2018; 14-17</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/26/19</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/27</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:50Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTH (STH) PADA MURID SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) 91 KECAMATAN RUMBAI PESISIR PEKANBARU</dc:title>
	<dc:creator>Aritonang, Berliana N.R.S.</dc:creator>
	<dc:creator>Rezki, Nurul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Infeksi kecacingan yang disebabkan oleh Soil Transmitted Helminth (STH) menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat Indonesia khususnya anak-anak yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD). Cacing usus yang ditularkan melalui tanah ini meliputi Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan Cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya telur cacing golongan Soil Transmitted Helminth (STH) pada murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 91 Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah metode flotasi dan sedimentasi. Populasi pada penelitian ini adalah murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 91 Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru kelas 1, 2, dan 3. Hasil penelitian berdasarkan pemeriksaan mikroskopis dari 27 sampel ditemukan 2 sampel positif yaitu telur cacing Ascaris lumbricoides fertil pada sampel&amp;nbsp; dengan kode M dan telur cacing Ascaris lumbricoides infertil dengan kode ZZ.
&amp;nbsp;
Kata kunci: Ascaris lumricoides, murid SD, pemeriksaan kualitatif feses, Soil Transmitted Helmint, Kecacingan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2018-11-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/27</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v3i1.27</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 3 No 1 (2018): November 2018; 18-21</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/27/18</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/34</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:48Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN KREATININ PADA LANSIA  DI PUSKESMAS KOTARAJA JAYAPURA</dc:title>
	<dc:creator>Sinaga, Herlando</dc:creator>
	<dc:creator>Jagad, Dewita Selendang</dc:creator>
	<dc:creator>Suwae, Chartenzia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lansia merupakan bagian dari proses tumbuh kembang manusia setelah dewasa (usia 60 tahun) yang ditandai dengan kemunduran&amp;nbsp; fisik, kemunduran fungsi organ, dan sebagainya. Akibat penurunan kapasitas fungsi organ ini, lansia umumnya dalam menanggapi berbagai rangsangan tidak seefektif seperti pada orang yang lebih muda. Gangguan ini menyebabkan disfungsi berbagai sistem organ dan meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit. Beberapa sistem tubuh yang terganggu diantaranya pengaturan kadar glukosa darah dan kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa darah dan kreatinin pada lansia di Puskesmas Kotaraja. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan uji laboratorium. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua pasien lansia yang datang untuk melakukan pemeriksaan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah darah vena pasien lansia. Metode yang digunakan dalam pemeriksaan ini yaitu metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa darah tinggi terdapat pada 29% sampel sedangkan 71% sampel lainnya memiliki kadar normal, dan pada kadar kreatinin 63% sampel tinggi sedangkan 37% sampel lainnya normal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/34</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v4i1.34</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 4 No 1 (2019): April 2019; 9 - 14</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/34/22</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/35</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:47Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMERIKSAAN KADAR KREATININ PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SULAWESI TENGGARA</dc:title>
	<dc:creator>Idris, Sri Aprilianti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang umum terjadi yang ditandai dengan kerusakan pada pikiran, emosi, dan perilaku. Pengobatan jangka panjang memiliki efek farmakologi yang dapat mengganggu kesehatan apabila terlalu sering mengkonsumsi obat akan meningkatkan resiko kerusakan ginjal dan fungsi hati. Kreatinin merupakan produk penguraian ginjal, kreatinin disintesis di hati dan terdapat dalam semua otot rangka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar kreatinin pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deksriptif, yakni melakukan uji laboratorik untuk mengetahui hasil pemeriksaan kadar kreatinin pada pemeriksaan darah pasien skizofrenia.&amp;nbsp; Hasil&amp;nbsp; penelitian hasil pemeriksaan kadar kreatinin pada pasien skizofrenia di rumah sakit jiwa kota kendari dengan jumlah sampel 25 orang terdapat 7 orang sampel atau 28% memiliki kadar kreatinin yang normal, sedangkan 18 orang sampel atau 72% memiliki nilai kreatinin yang tinggi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/35</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v4i1.35</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 4 No 1 (2019): April 2019; 15 - 19</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/35/23</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/38</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:49Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI DAYA HAMBAT FUNGI ENDOFIT KULIT BATANG JAMBU METE (Anacardium occidentale) TERHADAP Staphylococcus aureus</dc:title>
	<dc:creator>Seren, Sernita</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Fungi endofit adalah jamur yang hidup di dalam jaringan tumbuhan dan tidak membahayakan tumbuhan tersebut. Jamur endofit dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya efek antibakteri jamur endofit yang diisolasi dari kulit batang jambu mete&amp;nbsp; (Anacardium occidentale) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jambu mete merupakan salah satu tanaman herbal yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Seluruh bagian dari tanaman ini bisa dimanfaatkan dalam pengobatan disentri, radang pada mulut, diabetes, sariawan, jerawat, radang gusi, hipertensi, malaria dan rematik. Metode yang digunakan untuk uji antibakteri adalah metode sumuran, dilakukan dengan cara&amp;nbsp; dibuat sumuran pada media agar kemudian&amp;nbsp; dimasukkan supernatan yang akan diuji kedalam sumuran sebanyak 100 µL menggunakan mikro pipet.
Hasil isolasi didapat dua jenis fungi endofit yang diisolasi dari kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale) yaitu jamur endofit hitam dan jamur endofit putih. Hasil uji antibakteri menunjukkan supernatant kultur jamur endofit hitam pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40% menghambat pertumbuhan S. aureus dengan membentuk zona hambat rata-rata yaitu 1,82 mm, 3,67 mm dan 5,01 mm. Jamur endofit putih menghasilkan diameter zona hambat rata-rata pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40% berturut-turut yaitu 1,8 mm, 3,4 mm, dan 4,6 mm. Konsentrasi fungi endofit yang paling efektif dari dua isolat fungi endofit hitam dan putih dengan tiga konsentrasi berbeda yaitu pada konsentrasi 40% dengan rata-rata zona hambat 5,01 mm dan 4,6 mm. Berdasarkan analisis data secara statistik menunjukkan bahwa isolat jamur endofit yang diisolasi dari kulit batang jambu mete memiliki efek yang signifikan terhadap bakteri Staphylococcus aureus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2019-03-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/38</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v4i1.38</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 4 No 1 (2019): April 2019; 1-8</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/38/21</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/40</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:46Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISA KADAR BESI (Fe) PADA AIR SUMUR GALI DI DAERAH TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH DI DESA NAMO BINTANG KECAMATAN PANCUR BATU KABUPATEN DELI SERDANG</dc:title>
	<dc:creator>Pane, Halimah Fitriani</dc:creator>
	<dc:creator>pane, Halimah fitriani</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Air sangat penting bagi kehidupan mahkluk hidup. Air yang dibutuhkan adalah yang memenuhi standart kualitas air minum yang telah ditetapkan oleh Permenkes baik secara fisik, kimia, bakteriologi dan radioaktif. Penurunan kualitas air sumur ditandai dengan kehadiran beberapa polutan diantaranya logam-logam berat, zat organik, yang berhubungan dengan kegiatan manusia seperti pembuangan sampah, limbah, penggunaan pupuk yang berlebihan, kontaminasi dengan kotoran-kotoran hewan. Kadar Fe yang melebihi batas dapat menimbulkan rasa mual, muntah, diare, iritasi pada kulit, denyut jantung meningkat, sakit kepala. Adapun tujuan penelitian ini untuk menentukan kadar Fe pada air sumur gali di sekitar TPA.Jenis penelitian observasi dan bersifat deskriptif. Sampel yang digunakan Total populasi yang berjumlah 10 sumur gali. pengukuran jarak sumur gali ke TPA yaitu 70-500 meter. Sampel air tersebut di periksa di Laboratorium dengan menggunakan alat spectroquant nova 60A. Hasil pemeriksaan menunjukkan dari 10 sampel yang di analisa hanya satu sampel memiliki kadar Fe 0,222 mg/l yang memenuhi syarat Permenkes. Sedangkan 9 sampel diperoleh kadar Fe 0,409 mg/l - 5,78 mg/l melebihi standart Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010 yaitu 0,3 mg/l. Kesimpulan yang di dapat dari penelitian ini adalah semakin jauh jarak sumur dari sumber TPA, Septic Tank, kandang ternak maka kandungan Fe dalam air sumur akan semakin kecil.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/40</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v4i1.40</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 4 No 1 (2019): April 2019; 20 - 24</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/40/24</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/44</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:45Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA KANTONG DARAH DONOR DI BANK DARAH RUMAH SAKIT SANTA MARIA PEKANBARU</dc:title>
	<dc:creator>Saidjao, Yuniyati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Hemoglobin adalah pigmen pengangkut oksigen utama ke jaringan yang terdapat di eritrosit. Kadar hemoglobin digunakan sebagai syarat penentu terapi transfusi darah terhadap pasien anemia. Sebelum transfusi darah pada awalnya disimpan dalam kantong yang mengandung antikoagulan CPDA-1 dengan masa simpan 35 hari pada suhu 4 ± 2°C dengan sistem FIFO. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar hemoglobin kantong darah donor selama penyimpanan hari–1 dan setelah penyimpanan hari–15 di Bank Darah Rumah Sakt Santa Maria Pekanbaru sehingga transfusi efektif dilakukan untuk menaikan kadar hemoglobin pasien. Jenis penelitian menggunakan Quasi Eksperimen dengan desain penelitian one group pretest–postest. Sampel yang digunakan yaitu kantong darah WB dan PRC yang diperoleh dengan teknik purposive random sampling. Berdasarkan uji t–berpasangan pada kantong darah WB didapat p&amp;gt;0,01 artinya tidak ada perbedaan bermakna kadar hemoglobin hari–1 dan hari–15 sedangkan pada kantong darah PRC didapat p&amp;lt;0,01 artinya ada perbedaan bermakna kadar hemoglobin hari–1&amp;nbsp; dan hari–15.
Kata kunci : Hemoglobin, WB, PRC, lama penyimpanan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/44</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v4i2.44</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 4 No 2 (2019): November 2019; 32-38</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/44/26</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/45</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:43Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Kadar Ureum dan Kreatinin Serum pada Pasien Diabetes Melitus Tipe-2 di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Trihartati, Valentina</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak 
Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah. Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF), Indonesia merupakan urutan ke–7 negara yang memiliki kasus diabetes melitus terbesar. Penderita diabetes melitus ditandai dengan kadar glukosa darah pada waktu puasa ≥126 mg/dL dan 2 jam sesudah makan ≥200 mg/dL. Salah satu penyakit yang disebabkan karena komplikasi kronik mikrovaskuler pada penderita diabetes melitus adalah nefropati diabetik. Pemeriksaan ureum dan kreatinin merupakan cara paling sederhana untuk menilai status fungsional ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar ureum dan kreatinin pada penderita diabetes melitus tipe–2 di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru periode Sempember–November 2018. Berdasarkan data pasien yang telah diperoleh, penderita diabetes melitus dengan kadar ureum &amp;gt;39 mg/dL (tinggi) paling banyak diderita oleh perempuan (9 orang), pada usia 55–64 tahun (4 orang), lama menderita 21–25 bulan (3 orang) dan dengan penyakit penyerta (7 orang). Kadar kreatinin &amp;gt;1,3 mg/dL (tinggi)&amp;nbsp; paling banyak diderita oleh perempuan (7 orang), pada usia 55–64 tahun dan 65–74 tahun (6 orang), lama menderita 21–25 bulan (3 orang), dan dengan penyakit penyerta (6 orang). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kadar ureum dan kreatinin pada pasien diabetes melitus tipe–2 khususnya pada penderita perempuan.
Kata kunci : Diabetes melitus, nefropati diabetik, ureum, kreatinin</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2020-03-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/45</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v4i2.45</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 4 No 2 (2019): November 2019; 44-53</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/45/28</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/46</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:42Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISA KANDUNGAN TIMBAL (Pb) PADA SAYURAN HIJAU YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL KAMPUNG LALANG MEDAN</dc:title>
	<dc:creator>Pane, Halimah Fitriani</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang dibutuhkan manusia. Namun, banyak jenis sayuran yang beredar dijual di pasar pinggir jalan tidak aman untuk dikonsumsi karena berbahaya bagi kesehatan manusia, diduga sayuran tersebut terkontaminasi logam berat seperti timbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan timbal dalam sayuran hijau yang dijual di pasar tradisional Kampung Lalang Medan. Jenis penelitian ini merupakan observasi dan bersifat deskriptif. Sampel yang digunakan merupakan total populasi yang berjumlah 7 jenis sayuran yaitu bayam hijau, kangkung, genjer, sawi hijau, daun singkong, pakchoi, brokoli. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah Medan. Persiapan sampel dilakukan dengan penghancuran kering. Analisis kuantitatif dilakukan dengan spektrofotometri serapan atom (AAS) dengan nyala udara-asetilena pada panjang gelombang untuk timbal adalah 283,3 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar logam timbal pada sayuran yang telah dicuci, bayam hijau 0,9816 mg / kg, kale 1,0246 mg / kg, genjer 0,8654 mg / kg, sawi hijau 0,9681 mg / kg , daun singkong0.7355 mg / kg, pakchoi 1.0521 mg / kg, brokoli 0,7502 mg / kg. Semua sampel nabati di atas nilai maksimum pencemaran timbal yang diizinkan oleh SNI 7387 tahun 2009 yaitu 0,5 mg / kg.
Kata kunci: Sayuran hijau, Timbal, Kesehatan, Spektrofotometri, Nabati</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/46</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v5i1.46</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 5 No 1 (2020): April (2020); 1-5</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/46/29</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/48</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:45Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI LISIS TELUR Ascaris lumbricoides SETELAH PEMBERIAN GETAH PEPAYA  (Carica papaya)</dc:title>
	<dc:creator>Adi, Darmadi -</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit kecacingan tergolong penyakit neglected disease yaitu infeksi yang kurang diperhatikan dan penyakitnya bersifat kronis tanpa menimbulkan gejala klinis yang jelas dan dampak yang ditimbulkannya baru terlihat dalam waktu yang lama seperti kekurangan gizi, gangguan tumbuh kembang dan&amp;nbsp; gangguan kecerdasan pada anak. Berbagai upaya yang telah dilakukan&amp;nbsp; untuk mengeliminasi adanya cacing di dalam tubuh, mulai dari penggunaan obat sintetik hingga penggunaan obat alami. Salah satu obat alami yang dapat dijadikan sebagai antihelmintik adalah getah papaya (Carica papaya). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi getah pepaya (Carica papaya) yang efektif terhadap lisisnya telur Ascaris lumbricoides. Metode yang digunakan dalam penelitian&amp;nbsp; ini eksperimen laboratorium secara in vitro. Hasil yang di dapatkan dari penelitian adalah getah papaya pada konsentrasi 5% dapat menyebabkan lapisan albumin telur mengalami perubahan (menyerupai fertilized decorticated) pada waktu selama 60 menit, sedangkan getah papaya konsentrasi 1%-4% tidak mengalami perubahan yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa getah papaya pada konsentrasi 5% tidak menimbulkan lisis tetapi lapisan albumin dari telur mengalami perubahan menyerupai fertilized decorticated.
&amp;nbsp;
Kata kunci: lisis, Ascaris lumbricoides, Getah Pepaya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/48</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v4i2.48</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 4 No 2 (2019): November 2019; 25-31</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/48/25</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/53</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:44Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PERSONAL HIGIENE DENGAN PENYAKIT CACING (SOIL TRANSMITTED HELMINTH) PADA PETANI SAYUR KARTAMA KOTA PEKANBARU</dc:title>
	<dc:creator>Aritonang, Berliana N.R.S.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Personal hygiene merupakan faktor utama penyebab infeksi kecacingan. Penelitian ini dilakukan pada petani sayur di Kartama Pekanbaru pada bulan Oktober – Desember 2018 dengan total sampel 30 orang. Metode yang digunakan pada pemeriksaan ini metode sedimentasi. Populasi pada penelitian ini petani sayur di Kartama Pekanbaru yang tidak menggunakan sarung tangan ataupun alas kaki pada saat berkebun. Hasil yang didapat dari 30 sampel yang dilakukan pemeriksaan pada petani sayur di Kartama Pekanbaru tidak ditemukan adanya telur cacing Soil Transmitted Helminth pada sampel feses dan kuku.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/53</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v4i2.53</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 4 No 2 (2019): November 2019; 39-43</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/53/27</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/54</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:38Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS KADAR TIMBAL (Pb) DALAM DARAH PADA TUKANG PARKIR DI SEPANJANG JALAN RIAU KOTA PEKANBARU</dc:title>
	<dc:creator>Devitria, Rosa</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penambahan jumlah kendaraan bermotor&amp;nbsp; yang sangat yang menyebabkan peningkatan pencemaran udara di kota besar yang semakin terasa. Pembakaran bensin dalam mesin kendaraan bermotor merupakan lebih dari separoh penyebab polusi udara kota. Salah satu jenis polutan yang dihasilkan dari pembakaran bensin adalah timbal. Pembakaran mesin yang tidak sempurna akan menghasilkan banyak bahan yang tidak diinginkan dan meningkatkan pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya timbal dalam darah pada tukang parkir yang berada di jalan Riau Kota Pekanbaru dengan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom. Sampel darah diambil dari tukang parkir yang berjenis kelamin laki-laki, telah bekerja lebih dari 1 tahun dan bersedia menjadi responden. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 7 sampel darah tukang parkir memiliki kadar timbal sebesar 1,19-9,51 µg/100mL. Maka dapat disimpulkan bahwa semua sampel positif mengandung timbal dan termasuk dalam kategori A (Normal) dengan konsentrasi &amp;lt;40µ/100mL yang menggambarkan bahwa tingkat paparan masih normal.&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2020-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/54</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v4i2.54</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 4 No 2 (2019): November 2019; 54-59</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/55</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:40Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS KANDUNGAN BORAKS PADA JAJANAN ANAK DI SEKITAR  SDN 18 DAN 20 KOTA PEKANBARU</dc:title>
	<dc:creator>Sepriyani, Harni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jajanan yang dijual di sekitar lingkungan menjadi kekhawatiran masyarakat khususnya orang tua siswa. Jajanan tersebut &amp;nbsp;dikhawatirkan adanya penambahan zat makanan yang berbahaya, yaitu zat pengawet makanan. Salah satu zat pengawet makanan yang sering digunakan adalah natrium tetraborat. Natrium tetraborat lebih dikenal dengan nama boraks. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1168/Menkes/Per/X/1999, boraks dinyatakan dilarang digunakan sebagai bahan tambahan makanan, tetapi masih banyak bentuk penyalahgunaan dari zat tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan boraks yang terdapat pada jajanan yang dijual sekitar SDN 18 dan 20 Kota Pekanbaru. Berdasarkan uji nyala yang telah dilakukan, dari 5 sampel terdapat 2 sampel yang positif mengandung boraks. Sampel positif boraks yaitu somai ikan dan martabak mini. Kandungan boraks pada sampel makanan somai ikan sebesar 2,2356 ppm. Kandungan boraks pada sampel makanan martabak mini sebesar 3,2272 ppm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/55</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v5i1.55</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 5 No 1 (2020): April (2020); 6-10</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/55/30</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/64</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:39Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS KANDUNGAN NITRIT PADA AYAM CRISPY YANG DIJUAL DI KECAMATAN LELES KABUPATEN GARUT TAHUN 2019</dc:title>
	<dc:creator>Hasyim, Dadang Muhammad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sodium nitrite usually used as a preservative agent in meat processed such as chicken crispy. Sodium nitrite used in meat processed because it can inhibit the growth of the bacteria Clostridium botalinum, retains the red color of the meat, and as a flavor enhancer. Excessive use of sodium nitrite can have harmful effects on health. This study aims to determine the sodium nitrite content of chicken crispy sold in Leles District, Garut Regency. The analytical method used is qualitative analysis using BaCl2 and AgNO3 reagents, while quantitative analysis using UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 520 nm. Samples came from 5 street vendors, so samples A, B, C, and E. The results showed that the five positive samples contained sodium nitrite with levels in sample A = 13.075 mg/kg, B = 6.52 mg/kg , C = 13,345 mg/kg, D = 15,705 mg/kg, and E = 21,61 mg/kg. The use of sodium nitrite in crispy chicken sold by street vendors in Leles District, Garut Regency, does not exceed the level permitted by the Food and Drug Agency, which is 30 mg/kg.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/64</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v5i1.64</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 5 No 1 (2020): April (2020); 16-20</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/64/32</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:jurnal.akjp2.ac.id:article/65</identifier>
				<datestamp>2021-04-14T20:00:41Z</datestamp>
				<setSpec>jstlm:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS KANDUNGAN PEWARNA RHODAMIN B PADA SELAI STROBERI YANG DIJUAL DI PASAR DUPA PEKANBARU</dc:title>
	<dc:creator>H, Hartini</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Bahan tambahan makanan adalah bahan yang sengaja ditambahkan ke makanan dalam jumlah yang diketahui, dalam bentuk pewarna, pemanis dan lainlain. Salah satu pewarna yang sering digunakan sebagai tambahan makanan adalah Rhodamin B. Rhodamin B adalah pewarna yang digunakan dalam industri tekstil dan dilarang keras, karena bersifat racun yang dapat menyebabkan kanker, keracunan, iritasi mata, iritasi kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Rhodamin B dalam selai strawberry tanpa merek yang dijual di Pasar Dupa Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis menggunakan n-butanol, asam asetat glasial dan aquades (10: 2.5: 6) sebagai fase gerak. Sampel yang diambil adalah selai strawberry merah tanpa merek yang dijual di Pasar Dupa Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Rf dari sampel berbeda dari nilai Rf larutan standar Rhodamin B. Dapat disimpulkan bahwa sampel selai stroberi tidak bermerek tidak mengandung Rhodamin B</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/65</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52071/jstlm.v5i1.65</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik; Vol 5 No 1 (2020): April (2020); 11-15</dc:source>
	<dc:source>2621-7708</dc:source>
	<dc:source>2527-5267</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/65/31</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
